facebook twitter rss

PENGADILAN KASUS CEBONGAN

OC Kaligis Anggap Pembunuh Preman Sebagai Pahlawan

Newswire Rabu, 26/06/2013 10:43 WIB
OC Kaligis/Antara
Antara
OC Kaligis

KABAR24.COM, YOGYAKARTA--Kasus penyerangan terhadap penghuni Lapas Kelas IIB Cebongan Sleman menimbulkan perbedaan pendapat. 

Pengacara senior OC Kaligis termasuk dalam kelompok yang mendukung tindakan melawan aksi premanisme, jika negara gagal melakukannya.

Kaligis, Rabu (26/6), datang dan mengikuti jalannya persidangan kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan itu di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta dengan terdakwa 12 oknum anggota Komando Pasukan Khusus Grup 2 Kandang Menjangan.

"Bila negara gagal dalam memberantas preman, rakyat akan bertindak," kata OC Kaligis di sela mengikuti jalannya persidangan.

Menurut dia, seandainya peristiwa penyerangan Lapas Cebongan ini pun tidak dilakukan para terdakwa, maka preman akan merajalela.

"Siapapun yang berhasil menghabisi preman di Yogyakarta, saya angkat menjadi pahlawan. Dan mudah-mudahan, preman ini tidak menjalar ke LSM dan Kontras.

Kalau LSM dan Kontras dibunuh preman, baru mereka tahu apa artinya premanisme," katanya.

Kedatangan OC Kaligis tersebut merupakan suatu bentuk dukungan terhadap para terdakwa dan memberikan bantuan-bantuan hukumnya.

Ia mengatakan, dirinya akan menyokong penuh, apa yang dilakukan para terdakwa.

"Kultur di Indonesia, siapa pun saudaranya dibunuh, otomatis dirinya akan bertindak. Itu kultur," katanya.

Kaligis mengatakan, jika tidak ada kejadian berupa penyerangan di Lapas Cebongan, Sleman, maka preman tidak saja merajalela di Yogyakarta, namun bisa ke beberapa daerah lainnya.

"Saya kira ini ada hikmahnya," kata Kaligis.

Sidang lanjutan kasus penyerangan Lapas IIB Cebongan, Sleman, kembali digelar pada Rabu dengan agenda pembacaan tanggapan Oditur Militer atas eksepsi penasihat hukum terdakwa.

Sidang yang dimulai pukul 09.00 WIB dijadwalkan memeriksa empat berkas perkara.

Sementara di luar sidang, sejumlah elemen masyarakat menggunakan berorasi mendukung 12 terdakwa anggota Komando Pasukan Khusus Group II Kandang Menjangan, Kartosuro yang melakukan penyerangan hingga menewaskan empat tahanan titipan Polda DIY. (Antara)

Editor: Saeno

KOMENTAR