facebook twitter rss

PERSIDANGAN KASUS CEBONGAN

Serda IS Dianggap Ikut Rencanakan Serang Lapas Cebongan

Newswire Rabu, 26/06/2013 13:27 WIB
Ilustrasi-Seorang terdakwa kasus penyerangan Lapas Cebongan memegang baret merahnya ketika menjalani sidang di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta/Antara-Sigid Kurniawan
Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi-Seorang terdakwa kasus penyerangan Lapas Cebongan memegang baret merahnya ketika menjalani sidang di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta

 

KABAR24.COM, YOGYAKARTA--Bantahan pihak penasihat hukum yang menyatakan Serda IS tidak terlibat dalam rencana penyerangan ke Lapas Cebongan, Sleman, dibantah pihak penuntut dalam Pengadilan Militer Yogyakarta, Rabu (26/6).

Oditur Militer menganggap terdakwa Sersan Dua Ikhmawan Suprapto terlibat dalam rencana penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman, dan menilai eksepsi penasihat hukum terdakwa tidak beralasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Oditur Militer Letkol Sus Budiharto dalam sidang lanjutan kasus penyerangan Lapas Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Rabu, dengan agenda tanggapan Oditur Militer atas eksepsi penasihat hukum terdakwa.

"Dakwaan sudah jelas dan lengkap, pada intinya masalah keterlibatan sudah tergambar yang dilakukan oleh terdakwa," kata Budiharto.

Menurut dia, penasihat hukum terlalu jauh menanggapai surat dakwaan.

"Rumusan tindak pidana yang dilakukan terdakwa nanti dibuktikan dalam persidangan karena ini sudah masuk ke pokok perkara," katanya.

Atas dasar ini Oditur Militer meminta Majelis Hakim untuk menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa dan menerima surat dakwaan.

Sebelumnya, terdakwa Sersan Dua Ikhmawan Suprapto oleh Oditur Militer didakwa dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 56 ke-2 KUHP, Subsider dijerat pasal 338 KUHP jo pasal 56 ke-2 KUHP. Lebih Subsider dierat dengan pasal 351 (1) jo ayat (3) KUHP Jo Pasal 56 ke-2 KUHP.

Kemudian Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana, 338 mengenai pembunuhan, 351 mengenai penganiayaan, 103 KUHP Militer mengenai perbuatan tidak mentaati perintah atasan.

Terdakwa dipersalahkan telah memberikan kesempatan untuk melakukan pembunuhan dan memberitahukan keberadaan sasarannya yakni Lapas Cebongan.

Sidang Berkas ketiga yang dipimpin Letkol Chk Dr Joko Sasmito, Mayor Sus Tri Ahmad B, dan Mayor Laut KH/W Kurniawati Syarif dilanjutkan Jumat 28 Juni dengan agenda putusan sela. (Antara)

 

Editor: Saeno

KOMENTAR