facebook twitter rss

BANJIR RENDAM KENDARI: Ini Paling Parah, Kata Gubernur

Newswire Selasa, 16/07/2013 10:37 WIB
Ilustrasi/Antara
Antara
Ilustrasi

Kabar24.com, KENDARI -Banjir parah yang menggenang membuat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menjadi lumpuh.

Genangan air hujan melanda sejumlah permukiman penduduk dan ruas jalan di daerah itu, Selasa (16/7).

Banjir yang melanda Kendari kali ini menurut Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam adalah yang terparah sepanjang lahirnya Kota Kendari.

Dia menambahkan, banjir itu akibat hujan yang melanda daerah ini selama hampir dua pekan terakhir.

Hujan deras yang terjadi sejak Senin (15/7) malam hingga Selasa pagi, menggenangi sebagian permukiman penduduk yang padat dan jalan raya di Kota Kendari, sehingga menghambat aktivitas masyarakat setempat.

Suasana arus lalu lintas di jalan raya pada pagi hari ini tampak lengang, padahal biasanya suasana di hari- hari kerja selalu dipadati kendaraan angkutan kota dan mobil pribadi yang mengangkut penumpang, terutama pegawai negeri/swasta dan anak sekolah.

Di sejumlah ruas jalan yang biasanya padat arus lalu lintas di Kota Kendari, seperti jalan poros Lepolepo-Wuawua dan Pasar Baru-Kampus Baru-Anduonuhu tergenang air sampai ketinggian sekitar 1 meter sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda empat.

Genangan air yang merendam di sejumlah kawasan permukiman penduduk dan jalan raya di Kota Kendari umumnya disebabkan meluapkan sungai dan kanal-kanal serta kurang berfungsinya drainase di sepanjang jalan.

Sampai pukul 08.00 Wita, kondisi hujan deras terus berlangsung sehingga sebagian besar masyarakat, baik kalangan pegawai, pedagang, maupun anak sekolah, masih enggan ke tempat tujuan mereka masing-masing.

Suasana perkantoran pemerintah dan swasta, pasar tradisional dan toko perbelanjaan, serta sekolah tampak sepi.

"Saya belum bisa ke kantor karena tidak bisa ke luar rumah akibat genangan air yang tinggi di lingkungan tempat tinggal saya," kata Sarida saat berkomunikasi dengan rekan satu tempat kerjanya di Bank BTN Kendari, Selasa pagi.

Hal senada juga dikatakan Dandhy, pelajar santri Pondok Pesantren Ummusabri. Ia tidak bisa berangkat ke sekolahnya karena di jalan dan lingkungan tempat tinggal masih tergenang air akibat hujan deras.

Ia mengatakan bahwa di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Mangkaray atau sekitar Kawasan Kampus Baru Kelurahan Kambu mengalami genangan air yang merendam permukiman warga dan jalan raya sampai ketinggian 2 meter.

Sebagian warga yang rumahnya terendam genangan air di lokasi permukiman tersebut mengungsi sementara di rumah-rumah bertingkat lantai dua di dekat tetangga mereka.

Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Kendari selama satu malam tampak mencemaskan warga setempat karena rumah tempat tinggal tergenang sehingga mereka sibuk menyelamatkan barang-barang berharga, seperti barang elektronik, kasur, kursi sofa, dan pakaian.

"Saya tidak sangka kalau hujan semalam ini bisa ada menggenangi kawasan permukiman di sini. Kami tahu kalau air sudah masuk dalam rumah, dan kami tidak menyelamatkan barang, seperti televisi, kasur, dan pakaian, semua basah," kata Kaimuddin, warga Perumahan Poasia Permai Kelurahan Anduonuhu.

Bahkan, akibat hujan deras yang menggenangi sekitar 300-an unit rumah di kompleks perumahan itu, warga tidak sempat menyiapkan bekal makanan untuk sahur.

"Meskipun kami tidak makan sahur, ibadah puasa tetap dilaksanakan pada hari ini," ujar Kaimuddin.

Begitu juga yang terjadi Kompleks Perumahan Dosen Universitas Halueolo Kendari, Kelurahan Kambu. Sekitar 500-an unit rumah tergenang air sampai ketinggian 1 meter. Warga yang memiliki rumah berlantai dua, berusaha menyelamatkan sebagian barang yang berada di lantai satu ke lantai dua.

Warga yang hanya memiliki rumah lantai satu mengungsi ke rumah berlantai dua milik tetangganya.

"Sejak tengah malam, kami sudah khawatir dengan kondisi hujan deras ini, dan nanti sesudah makan sahur sekitar pukul 04.00 Wita, genangan air hujan yang menutupi jalan setinggi 1 meter mulai masuk ke dalam rumah kami sampai setinggi 30 sentimeter," ujar Harafah, warga Perumahan Dosen Unhalu Kendari itu. (Antara)

Editor: Saeno

KOMENTAR