facebook twitter rss

Petisi Bubarkan FPI: Ratna Sarumpaet Sudah Kumpulkan 18.050 Tanda Tangan

Marissa Saraswati Jum'at, 26/07/2013 09:03 WIB
Ilustrasi/Antara
Antara
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA- Kontroversi seputar FPI setelah bentrok di Kendal semakin berbuntut panjang. Meskipun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyatakan sikap tegasnya, belum ada langkah tegas yang diambil.

Namun, sikap tidak simpatik dari masyarakat terhadap ormas Islam ini pun terus berdatangan. Salah satunya melalui sebuah petisi yang dibuat oleh seniman sekaligus juga aktivis Ratna Sarumpaet melalui situs www.charge.org.

Petisi yang berjudul “Presiden RI-Susilo Bambang Yudhoyono-Bubarkan FPI Segera!” itu pada Jumat (26/7) pagi pukul 08.30 sudah meraih 18.050 tanda tangan yang menyatakan mendukung. Petisi ini memerlukan 6.950 pendukung lagi agar dapat diajukan ke yang bersangkutan.

Dalam petisi tersebut, terlampir surat dari Ratna Sarumpaet kepada Presiden SBY yang menyatakan perlunya presiden mengambil langkah tegas terhadap FPI karena dianggap sudah melanggar hak asazi orang lain.

Petisi itu juga menyebutkan bahwa sebelumnya Presiden SBY sudah pernah memberi peringatan terhadap FPI sebanyak dua kali seperti yang dikutip dari petisi tersebut di bawah ini:

Pertama, pada perayaan hari Pers Nasional di Kupang NTT, 2011. Meski tak menyebut nama organisasi, Presiden memerintahkan agar organisasi massa yang menciptakan keresahan ditindak tegas, jika perlu dibubarkan. Sayang, pernyataan Presiden tersebut tidak dipatuhi Kepolisian. Padahal tahun 2011, Mabes Polri mencatat, FPI melakukan aksi kekerasan dan pelanggaran hukum sebanyak 29 kali dari total seluruh 51 kali pelanggaran yang dilakukan seluruh ormas di Indonesia.

Kedua, dilontarkan saat jumpa pers di Istana Negara, 13 Maret 2012. Presiden menyatakan ormas yang dianggap paling sering melakukan aksi kekerasan adalah Front Pembela Islam (FPI). Sayang sekali Presiden hanya meminta FPI instrospeksi diri padahal introspersi diri adalah selemah-lemahnya gagasan dalam mengatasi kelompok sebrutal dan sesemena-mena FPI. Sayangnya lagi, Presiden tidak pernah terdengar meminta Pemerintah, dalam hal ini Kepolisian untuk melakukan introspeksi diri.

Karena perubahan tidak akan turun begitu saja dari langit kecuali rakyat bangkit merebutnya, maka sudah saatnya masyarakat Indonesia menuntut dengan tegas pembubaran Front Pembela Islam (FPI)

Masalah FPI ini makin merebak setelah bentrokan di Kendal yang menewaskan seorang wanita akibat tabrak lari dan terseret oleh mobil anggota FPI.

Di sisi lain, politisi Ruhut Sitompul meminta Presiden SBY tidak terpancing atas provokasi FPI yang disebutnya sebagai preman yang ingin naik rating.

Untuk melihat petisi ini secara lengkap, klik di sini.(Kabar24/change.org)

Editor: Marissa Saraswati

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR