facebook twitter rss

FPI VS WARGA: Mendagri Tantang FPI

Demis Rizki G Selasa, 13/08/2013 20:02 WIB
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi/Antara
Antara
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi

Kabar24.com, JAKARTA— Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menantang Front Pembela Islam menggugat tersangka kasus kekerasan di Kendal yang diklaim hanya mendompleng nama ormas tersebut.

Menurut Gawan seharusnya Dewan Pengurus Pusat FPI mengambil sikap tegas terhadap oknum bukan anggota yang beraktivitas menggunakan atribut FPI.

“Kalau hanya memakai nama dan tidak resmi, seharusnya DPP yang persoalkan, mesti tegas,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (13/8).

Menyinggung konflik warga vs FPI di Lamongan, Gamawan memastikan FPI tidak terdaftar sebagai organisasi massa di Lamongan, sehingga tidak bisa dibubarkan. “Dia melakukan tindakan pidana, proses secara hukum. Sebagai organisasi, dia tidak terdaftar di Lamongan,” kata Mendagri.

Sedangkan terkait kekerasan di Kendal, pemerintah meyakinkan masyarakat bahwa setiap pelaku kekerasan di Kendal akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tersangka kasus bentrokan antara FPI dan warga Patean dan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah bertambah menjadi tujuh orang.

Setelah menetapkan 2 anggota FPI dan seorang sopir mobil sewaan mereka sebagai tersangka pada 22 Juli lalu, polisi menetapkan empat warga yang melawan orang-orang Temanggung yang ngluruk ke daerah mereka sebagai tersangka.

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Dwi Priyatno, mengatakan empat warga itu dijadikan tersangka karena melakukan perusakan kendaraan milik FPI dan pemukulan anggota organisasi massa itu.

Kapolda tidak mengungkapkan identitas warga itu, tetapi dia memastikan bahwa saat ini polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi-saksi. (JIBI/Bisnis.com)

 

Editor: Nancy Junita

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR