facebook twitter rss

Kopassus Penyerang Lapas Cebongan Diminta Tak Dipecat

Bhekti Suryani Rabu, 14/08/2013 20:19 WIB
Video yang ditayangkan tim penasehat hukum kasus Cebongan./Jibiphoto-Desi Suryanto
Jibiphoto/Desi Suryanto
Video yang ditayangkan tim penasehat hukum kasus Cebongan.

Kabar24.com, BANTUL - Tim penasehat hukum meminta agar Serda Ucok dan kawan-kawan tidak dikeluarkan dari TNI.

Menurut tim penasehat hukum,  jika dipecat dari kesatuan di TNI, para anggota Kopassus penyerang Lapas Cebongan rawan digunakan pihak lain untuk melakukan kejahatan.

Ketua Tim Penasihat Hukum terdakwa Kolonel Rokhmat meminta hakim membebaskan ke tiga terdakwa serta menolak tuntutan pemecatan sebagai anggota TNI yang disampaikan Oditur, mengingat perbuatan meraka yang diklaim mendapat dukungan dari masyarakat.

“Terdakwa rawan digunakan oleh orang lain untuk melakukan kejahatan karena keahliannya bila tidak lagi bertugas sebagai Anggota TNI,” ujar Rokhmat dalam persidangan perkara penyerangan dan penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB, Cebongan, Sleman, Rabu (14/8).

Sementara itu, dalam persidangan dengan agenda pembelaan atau pleidoi itu, tim penasehat hukum juga menayangkan video pengeroyokan anggota Kopassus, Serka Heru Santoso di Kafe Hugo’s.

Sidang dengan agenda pembelaan atau pleidoi oleh terdakwa Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto dan Koptu Kodik terhadap tuntutan Oditur berlangsung di Pengadilan Militer Jogja.

Ucok Tigor sebelumnya dituntut 12 tahun penjara serta dipecat dari dinas kemiliteran karena dianggap terbukti melakukan pembunuhan berencana dan melanggar perintah dinas.

Sedangkan Serda Sugeng Sumaryanto dan Koptu Kodik masing-masing dituntut 10 dan delapan tahun penjara. Keduanya juga dituntut dipecat dari dinas kemiliteran.

Dalam sidang, tim penasihat hukum terdakwa meminta izin memutar dua video berdurasi 10,5 menit yang dianggap dapat meringankan terdakwa.

Video pertama berisikan dukungan sejumlah warga Jogja terhadap para terdakwa yang telah menembak mati kelompok Decki, pelaku pengeroyokan Serka Heru Santoso.

Video kedua yang diputar adalah cuplikan CCTV mengenai pengeroyokan oleh kelompok Decki di Kafe Hugo’s. Tak tampak jelas gambar yang ditampilkan di video ini, hanya gambar mayat Serka Heru Santoso dengan luka tusuk yang jelas terpampang dalam video. (JIBI/Harian Jogja)

 

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR