facebook twitter rss

TABRAKAN MAUT JAGORAWI: Dul Tersangka, Bisakah Ahmad Dhani Dipidana?

Eries Adlin Selasa, 10/09/2013 11:23 WIB
Ahmad Dhani/Jibiphoto
Jibiphoto
Ahmad Dhani

Kabar24.com, JAKARTA – AQJ alias Dul sudah ditetapkan menjadi tersangka pada kasus tabrakan maut di ruas tol Jagorawi yang terjadi Minggu dini hari (8/9). Sebenarnya bisakah Ahmad Dhani selaku orang tua Dul dipidana?

Dalam pandangan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Pudji Hartanto, Ahmad Dhani bisa saja terseret alias dipidana atas musibah yang menimpa anaknya, Dul, dalam tabrakan maut di Jagorawi yang mengakibatkan 6 orang meninggal dan 9 orang luka-luka—termasuk AQJ.

"Kami masih dalam tahap memeriksa para saksi, tapi bila ada indikasi bahwa dia tahu tapi membiarkan atau menyuruh untuk perjalanan jarak dekat maka dia bisa terseret, kecuali perbuatan Dul tanpa sepengetahuan Dhani sama sekali," katanya di Surabaya, Senin (9/9).

Dalam aturan hukum pidana, hukuman yang dijatuhkan kepada seseorang tidak bisa dipindahkan kepada orang lain. Singkatnya, siapa yang berbuat dialah yang bertanggung jawab.

Jadi, untuk kasus tabrakan maut di Jagorawi, Dul pada usianya yang belum genap 14 tahun memang harus mempertanggungjawabkan sendiri perbuatannya. Ahmad Dhani tidaklah bisa ‘pasang badan’ untuk menggantikan seandainya Dul dipidanakan.

Ahmad Dhani hanya mungkin terseret-seret apabila dalam penyidikan, seperti kata Irjen Pudji, dia terbukti menyuruh atau cuma membiarkan Dul mengendarai mobil padahal anaknya itu belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

AQJ sendiri, karena usianya sudah lewat dari 12 tahun, sulit menghindar dari kasus pidana. Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap judicial review Undang Undang Nomor 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak telah mengubah batas bawah usia anak yang bisa dikenai pidana dari semula 8 tahun menjadi 12 tahun.

Meski harus melalui proses pidana karena usianya sudah melewati 12 tahun, menurut Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, AQJ belum tentu harus menerima hukuman penjara.

"Kalau sudah berusia 12 tahun, pilihannya bisa juga diminta oleh hakim itu berdasarkan UU. Tidak harus dipidana, tetapi umur 12 tahun itu jadi batas pemidanaan, sudah boleh dijatuhkan pidana," kata Akil di Jakarta seperti ditulis Antara, Selasa (10/9). 

Menurut Akil, ada bentuk hukuman lain, seperti di bawah kontrol pemerintah dan memberdayakan Badan Pemasyarakatan untuk anak. "Prinsip pemidanaan itu kan bukan balas dendam, tapi prinsip pembinaan dan pemulihan."

Akil menilai banyak orang salah persepsi bahwa anak yang salah harus dipenjara. Dia mengkhawatirkan penjara justru akan merusak masa depan anak.

Suara sedikit berbeda datang dari komisioner Komisi Kepolisian Nasional Hamidah Abdurrachman. "Mengapa dia (AQJ) harus diproses hukum, saya kira manfaatnya besar untuk memberikan efek jera kepada para remaja lain untuk tidak melakukan hal serupa."

Meski menginginkan proses hukum tetap berjalan, Hamidah tetap berharap hukuman yang nanti dijalani Dul tidak mematikan masa depannya.

TES URINE NEGATIF

Kemarin, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa tes urine terhadap AQJ hasilnya negatif alias tidak terbukti menggunakan narkotika atau akohol saat musibah tabrakan maut di ruas tol Jagorawi terjadi. Tes dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.

"Perkembangan terakhir dari tes urine dan pemeriksaan darah Dul sudah keluar. Dari beberapa komponen narkotika dan alkohol, semuanya negatif," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Jakarta, Senin (9/9).

Rikwanto mengatakan hasil pemeriksaan urine dan tes darah dikeluarkan pihak Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

Hasil tes tersebut tentu melegakan keluarga besar Ahmad Dhani dan mantan istrinya Maia Estianty. Andai kalau yang terjadi adalah sebaliknya, persoalan yang Dul dan keluarganya akan semakin bertambah rumit.

Kerumitan memang harus dihadapi Ahmad Dhani dan tentunya Dul atas musibah itu. Dia harus rela Aqj berhadapan dengan tuntutan hukum. Belum lagi, urusan dengan para keluarga korban baik yang meninggal maupun luka-luka dalam tabrakan maut di Jagorawi itu.

Ahmad Dhani dan AQJ pun saat ini sudah mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat. Kecaman dan caci maki publik ber-seliweran di media sosial—terutama Twitter dan Facebook.

Sang ayah, Ahmad Dhani, yang selama ini terkesan arogan dan sering memunculkan kontroversi kali ini agaknya susah untuk banyak bicara bahkan sekadar untuk membela diri.

Nestapa yang harus diterima Dul—tentu tanpa mengecilkan arti korban yang meninggal atau luka-luka—jauh lebih berat lagi.

Anak bungsu Ahmad Dhani dan Maia ini masih harus berjuang pulih dari luka-luka akibat tabrakan maut di Jagorawi itu. Setelah itu, AQJ harus berhadapan lagi dengan sanksi pidana atas kasusnya, meski mungkin fisiknya belum pulih 100 persen.

Selain itu, AQJ dengan usianya yang masih belia pasti mengalami trauma psikis karena dia dianggap sebagai penyebab tabrakan maut di Jagorawi. Dan untuk yang satu ini, Dul bisa jadi harus membawa sepanjang hidupnya. (Kabar24.com)

#TABRAKAN MAUT JAGORAWI #Dul Tersangka #Ahmad Dhani Dipidana?

Editor: Eries Adlin

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR