facebook twitter rss

KETUA MK DITANGKAP KPK: Hamdan Zoelva Gantikan Akil Pimpin Sidang

Newswire Kamis, 03/10/2013 11:48 WIB
Hamdan Zoelva/Antara
Antara
Hamdan Zoelva

Kabar24.com, JAKARTA - Belum lama terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Muchtar terjerat operasi tangkap tangan KPK terkait dugaan suap sengketa Pilkada Gunung Emas, Kalimantan Timur.

Akibat penangkapan Ketua MK oleh KPK, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menggantikan Akil Mochtar memimpin sidang pleno Pengujian UU Keuangan Negara dan sidang panel sengketa Pilkada Kalimantan Timur.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan MK, Kamis 3 Oktober, Akil berencana memimpin sidang pleno yang dijadwalkan 10.30 WIB dan menjadi ketua panel sidang sengketa Pilkada Kabupaten Serang pada pukul 13.30 WIB.

Untuk sidang sengketa Pilkada Serang, MK mengundurkan jadwal 30 menit menjadi pukul 14.00 WIB karena waktu yang sama Hamdan Zoelva memimpin sidang panel sengketa Pilkada Kabupaten Kuningan.

Akibat tertangkapnya Ketua MK oleh KPK pada Rabu 2 Oktober malam, suasana MK berubah tidak seperti biasanya.

Pegawai cenderung diam dan jarang ada tawa di antara mereka.

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi berinisial AM yang diduga menerima uang terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

"Penyidik menangkap tangan beberapa orang di kompleks Widya Chandra, dengan inisial AM, CHN, dan CN," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi, dalam jumpa pers.

Johan mengatakan, AM merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi, sementara CHN seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan CN seorang pengusaha.

Di Widya Chandra, penyidik menyita uang dolar Singapura, perkiraan sementara, senilai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar, yang diduga merupakan pemberian CHN dan CN kepada AM yang diduga terkait sengketa pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Setelah itu, lanjut Johan, KPK juga melakukan operasi tangkap tangan di sebuah hotel di wilayah Jakarta Pusat, dan menahan dua orang berinisial HB yang merupakan kepala dinas dan DH yang merupakan pihak swasta.

"HB seorang kepala daerah. DH itu swasta, diamankan di sebuah hotel di wilayah Jakarta Pusat," kata Johan.

Hingga saat ini, lanjut Johan, status kelima orang tersebut masih sebagai terperiksa, dan akan dilakukan pemeriksaan 1X24 jam terlebih dahulu.

"Posisinya masih terperiksa, masih dilakukan pemeriksaan 1x24 jam," kata Johan.

Akil Mochtar duduk sebagai Ketua Mahkamah Konstitusu menggantikan Mahfud MD sudah purna tugas.

Akil Mochtar yang sebelumnya berkedudukan sebagai Hakim Konstitusi terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi masa jabatan 2013-2015.

Saat pemilihan, Akil mendapat dukungan suara tujuh hakim konstitusi menyisihkan Hakim Konstitusi Harjono yang mendapatkan dua suara, pada Rabu 3 April 2013. (Antara)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR