facebook twitter rss

DEMO BURUH: Jokowi Cari Titik Temu Kesepakatan UMP DKI Jakarta

Basilius Triharyanto Jum'at, 01/11/2013 09:31 WIB
Ratusan massa buruh pelabuhan mengikuti aksi mogok dengan menutup jalur pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (31/10)/Antara-Wahyu Putro
Antara/Wahyu Putro
Ratusan massa buruh pelabuhan mengikuti aksi mogok dengan menutup jalur pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (31/10)

Kabar24.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta pada Kamis sore (31/10) kemarin berusaha menemui buruh untuk berdialog soal Upah Minimun Provinsi. Namun, buruh belum bisa temui Jokowi.

Saat demonstrasi buruh berlansung, Jokowi turun dan menemui buruh. Ia mengajak beberapa utusan buruh untuk duduk bersama menegosiasikan jumlah tuntutan UMP Provinsi.

“Sini 10 atau 15 orang masuk ke dalam,” kata Jokowi di depan Balaikota Jakarat, seperti dilansir Beritajakarta.

Ajakan Jokowi ini tak langsung direspon oleh kelompok buruh. “Iya saya ajak 10 atau 15 orang tapi masih mau koordinasi dengan yang lain,” kata Jokowi.

Joko Widodo menyatakan tak akan mengintervensi pembahasan soal UMP yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan. Jokowi menemui buruh karena beberapa hari lalu diajak untuk berdialog dengan buruh.

"Komponen KHL, angkanya saya belum ngerti seperti apa. Saya hanya mau tahu yang dari pengusaha bagaimana dari pekerja bagaimana. Saya ini harus berada pada posisi tengah," kata Jokowi.

Karena utusan buruh yang ditunggu-tunggu juga tak hadir, Jokowi pun pasrah dengan waktu penepatan nilai UMP DKI Jakarta 2014. Jokowi belum bisa umumkan penetapan UMP karena belum ada titik temu nilai UMP dari buruh dan pengusaha. (Kabar24.com/Beritajakarta)

 

 

Editor: Basilius Triharyanto

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR