facebook twitter rss

HANTU TAWANAN PERANG DUNIA di Kalimantan,Ternyata Ada

Nancy Junita Sabtu, 29/09/2012 19:25 WIB
Ilustrasi/dailymail
dailymail
Ilustrasi
JIBI Ketika Mayor John Tulloch menelusuri kembali langkah-langkah tawanan perang sekutu yang dikenal dengan ‘long march kematian” pada tahun 1945, ia berpikir bahwa foto-fotonya menggambarkan kemiripan dengan tawanan perang yang berjalan melalui rute berliku-liku 70 tahun yang lalu. Pensiunan tentara itu mengunjungi kembali jalur berlumpur di Kalimantan tempat ribuan tawanan Perang  Dunia II berjalan menuju kematian. Dia terkejut ketika menatap gambar foto-foto perjalanannya mirip dengan kejadian di masa lampau. Mayor Tulloch mempelajari gambar dan menemukan sosok bungkuk, kerangka hantu berbaris di fotonya, hampir persis sejalan dengan jalan mereka tempuh tujuh dekade lalu. Gambar dengan bayang-bayang hantu itu membangkitkan kenangan tawanan perang ‘long march kematian’ tawanan perang. Mayor Tulloch mengambil gambar dari jendela jip 4×4 saat mengemudi di sepanjang rute ‘march kematian’ pada tahun 2010. Akan tetapi, secara fotografi ilusi fotografi menakjubkan ini bisa disebabkan oleh refleksi dari handuk bermotif yang berada di dashboard kendaraan saat ia mengambil gambar. Mayor Tulloch yang kini berusia 66 tahun menuturkan pengambilan gambar itu di lakukan sepanjang jalur yang sama seperti yang diambil oleh mars kematian. “Saya mengklik kamera saya, saya mengambil sekitar 200 foto” katanya. “Saya mengamati gambar-gambar di layar komputer, namun tidak teliti saat pertama kali. Saua kemudian melihat kembali dan dan tiba-tiba berpikir  ini apa?” “Saya menatap foto itu lagi dan terasa sangat dingin. Apa yang saya lihat adalah bentuk dari 17 atau 18 hantu keluar dari hutan dan berjalan menyusuri trek di Ranau yang dapat Anda lihat di kejauhan,” katanya. Dia mengaku membutuhkan waktu beberapa saat untuk proses kejadian itu. Dia pun menunjukkan kepada beberapa orang dan mereka bilang itu sangat luar biasa, beberapa bahkan menolak untuk melihat karena menakutkan. Mayor Tulloch kini menjadi instruktur dalam perang hutan untuk pasukan altileri Inggris. (JIBI/nj)

Editor: Nancy Junita

KOMENTAR