facebook twitter rss

29 JUDUL FILM NASIONAL Koleksi Sinematek Berhasil Didigitalisasi

Andhina Wulandari Selasa, 02/04/2013 16:37 WIB
Ilustrasi/fantom-xp
fantom/xp
Ilustrasi

Miftahul Khoer

JAKARTA--Sebanyak 29 judul film nasional koleksi Sinematek Indonesia berhasil didigitalisasi atas kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketua Sinematek Indonesia Adi Surya Abdy mengaku senang dengan adanya digitalisasi film tersebut, terlebih film-film berformat seluloid bisa diproduksi ulang berbentuk data.

"Kekayaan bangsa dalam karya film akhirnya dapat perhatian, semoga ini akan terus berlanjut dan akan tersimpan sebagai ilmu pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang," katanya dalam sambutan Hari Film Nasional ke-63 di Gedung Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Selasa (2/4).

Film yang didigitalisasi tersebut antara lain Darah dan Doa, Nagabonar, Beri Aku Waktu, Pengemis dan Tukang Becak, Matahari Matahari, November 1828, Atheis Kafir, Ramadhan Ramona, Si Pitung, Jakarta Jakarta Si Doel Anak Betawi, dan lainnya.

Proses digitalisasi dalam satu film menghabiskan sebanyak 1 tera byte untuk menghasilkan bentuk data single frame.

Untuk tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Sinematek Indonesia baru mampu mendigitalkan sebanyak 29 film.

Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, berharap tahun depan pihaknya bisa mendigitalisasikan lebih banyak film-film tersebut.

"Semoga dengan adanya digitalisasi ini, maka dengan sendirinya kita akan menekan film muarahan yang tidak mendukung karater dan jati diri bangsa," ujarnya.

Dalam acara tersebut hadir pula beberapa asosiasi antara lain Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI), Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), ersatuan Film Keliling Indonesia (Perfiki), Gabungan Studio Film Indonesia (Gasfi), dan Karyawan Film dan Televisi (KFT) Indonesia. (JIBI/aw)

Editor: Andhina Wulandari

KOMENTAR