facebook twitter rss

SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI Dituding Rendahkan Agama

Saeno Selasa, 16/04/2013 15:49 WIB
Haji Muhidin, karakter antagonis di TBNH diperankan aktor Latief Sitepu -You Tube
aji Muhidin, karakter antagonis di TBNH diperankan aktor Latief Sitepu /You Tube

Newswire

KABAR24.COM, JAKARTA - Tukang Bubur Naik Haji dan sejumlah sinetro lainnya diadukan organisasi Masyarakat Televisi Sehat Indonesia ke Komisi Penyiaran Indonesia.

Organisasi yang dipimpinan Fahira Idris, puteri mantan Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Reformasi Pembangunan, serta Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi padaKabinet Indonesia Bersatu Fahmi Idris, ini meminta KPI stasiun televisi yang menayangkan sinetron tersebut.

Permintaan serupa juga diajukan untuk stasiun televisi yang menayangkan sinetron yang sama-sama dikategorikan merendahkan simbol agama tertentu dan telah meresahkan masyarakat Indonesia.

 "Tayangan sinetron tersebut telah memunculkan persepsi buruk tentang tokoh panutan dalam agama Islam," kata Fahira Idris, Selasa (16/4).

Guna membahas persoalan tersebut, Fahira bersama Koordinator dan Sekretaris Masyarakat Televisi Sehat Indonesia Ardy Purnawan Sani dan Bayu Priyoko telah menemui para Komisioner KPI Azimah Subagio, Ezki Suyanto, serta Irwandi Syahputra, Senin (154).

Ia menyebutkan beberapa sinetron yang yang diduga merendahkan simbol agama tersebut adalah:

  • Haji Medit, ditayangkan oleh SCTV
  • Islam KTP, ditayangkan SCTV
  • Tukang Bubur Naik Haji, ditayangkan RCTI
  • Ustad Foto Kopi, ditayangkan SCTV

Fahira menjelaskan sinetron tersebut telah merendahkan simbol salah satu agama dengan menempatkan Islam sebagai "tersangka" kejelekan.

Tayangan sinetron itu juga mencantumkan judul dengan terminologi Islam, namun isi dan jalan ceritanya tidak mencerminkan perilaku Islami, ujarnya.

Ia mencontohkan pada sinetro tersebut dipertontonkan karakter ustad dan haji yang seharusnya menjadi panutan masyarakat, namun digambarkan seseorang yang dengki dan iri terhadap orang lain.

Fahira berharap pelaku perfilman menampilkan tayangan sinetron yang mendidik dan berkualitas, serta mengajak aktor maupun aktris lebih selektif memilih peran dalam sebuah film di Indonesia.

Sekretaris Masyarakat Televisi Sehat Indonesia Bayu Priyoko menambahkan sinetron yang menayangkan simbol Islam lebih mengedepankan karakter yang negatif, seperti ustad jahil, kikir dan sifat tercela lainnya.

Pada bagian lainnya, aktivis Masyarakat Televisi Sehat Indonesia menuntut pemerintah memberikan kewenangan KPI untuk mencabut izin siaran dan melakukan tindakan tegas lainnya dengan merevisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, karena selama ini, KPI hanya sebatas berwenang memberikan peringatan keras. (Antara/sae)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR