facebook twitter rss

EYANG SUBUR: Berita Poligaminya Bikin Kesal Aktivis Perempuan

Nancy Junita Kamis, 23/05/2013 15:43 WIB
Eyang Subur/Antara
Antara
Eyang Subur

Newswire

KABAR24.COM, JAKARTA-- Kalangan aktivis perempuan prihatin dengan pemberitaan praktik poligami di media massa, misalnya istri-istri Eyang Subur.

"Menimbulkan disrespek pada institusi perkawinan. Praktik itu seolah-olah dibolehkan," kata Dwi Rubiyanti Kholifah dari AMAN (Asian Moslem Action Network) Indonesia.

Dalam konferensi pers yang diadakan siang ini di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, AMAN menyesalkan  pemberitaan mengenai kehidupan para istri dari Eyang Subur yang digambarkan harmonis.

Menurut Khotimun dari Asosiasi LBH Apik Indonesia, pemberitaan tersebut tidak berempati pada perempuan lainnya yang juga berada dalam lingkup praktik poligami.

"Poligami menyebabkan perceraian 12-15 persen. Tahun 2012, dari 654 kasus yang kami terima, 59 diantaranya terkait poligami," kata Khotimun.

Pemberitaan mengenai poligami yang belakangan ini beredar menurut AD Kusumanintyas dari Rahima merupakan pengabaian dari realitas poligami yang lainnya.

"Perempuan tidak bisa memproleh hak-haknya dan seringkali mendapatkan beban dari putusnya perkawinan, misalnya kerugian material dan imaterial," katanya.

Para aktivis meminta praktisi media agar berhenti mengeksploitasi perempuan korban poligami melalui berbagai acara.

Dwi pun menghimbau untuk mengoreksi kembali kebijakan nasional terkait penyiaran dan informasi yang tidak mendidik masyarakat.

Ia juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menegur dan objektif memonitor dan memberi masukan ke media massa yang masih memberitakan eksploitasi perempuan korban poligami. (Antara/nj)

 

Editor: Nancy Junita

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR