facebook twitter rss

KEJUARAAN DUNIA BULUTANGKIS 2013

Tontowi/Lilyana Susul Hendra/Ahsan ke Final

Newswire Minggu, 11/08/2013 02:16 WIB
Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir melaju ke final Kejuaraan Dunia Bulutangkis/badmintonindonesia.org
badmintonindonesia.org
Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir melaju ke final Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Kabar24.com, JAKARTA – Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 menempatkan dua wakil dari Indonesia yaitu pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, dan ganda putra Hendra Setiawan/M. Ahsan, di partai final.

Tontowi/Lilyana berhasil menghalau rintangan menuju babak final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 setelah membungkam pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei lewat pertarungan sengit 15-21, 21-18, 21-13, Sabtu malam (10/8). Hendra/Ahsan telah lebih dulu melenggang ke final.

Berikut jalannya pertandingan yang membawa Tontowi/Lilyana ke final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 di Ghuangzhou, China:

Zhang/Zhao gagal membalas kekalahan mereka atas Tontowi/Liliyana di kejuaraan All England 2013 silam. Sebaliknya, Tontowi/Liliyana, yang menjadi unggulan ketiga, berhasil mengimbangi rekor kemenangan 4-4 atas pasangan unggulan kedua itu selama delapan kali pertemuan mereka.

Pada awal game pertama, Tontowi/Liliyana masih memimpin. Sempat dikejar 3-3, mereka kembali bangkit hingga 11-6. Secara mengejutkan, Zhang/Zhao memacu permainan mereka yang sulit ditahan Tontowi/Liliyana. Zhang/Zhao terus mengejar mendekati Tontowi/Liliyana dengan skor 11-10. Hal ini masih bisa diatasi Tontowi/Liliyana yang kembali unggul, namun lagi-lagi kedudukan mereka terancam dan skor menjadi imbang 15-15.

Poin tersebut menjadi titik balik bagi Zhang/Zhao untuk berbalik mengendalikan permainan. Mereka berhasil membungkam Tontowi/Liliyana di angka 15. Pukulan Tontowi/Liliyana seolah-olah sudah terbaca, Tontowi pun kerap melakukan kesalahan sendiri. Mereka akhirnya menyerah 15-21 dari Zhang/Zhao.

Tontowi/Liliyana berhasil memperpanjang nafas mereka di game kedua lewat pertarungan sengit. Zhang/Zhao sempat di atas angin dengan memimpin pada awal game. Tontowi/Liliyana memberikan perlawanan ketat sehingga membalikkan keadaan dari 3-6 menjadi 11-6. Penampilan luar biasa dari Tontowi/Liliyana saat mencetak straight poin sebanyak delapan kali tanpa henti dan mengunci langkah Zhang/Zhao di angka 6, terutama pertahanan yang dibuat oleh Liliyana.

Tontowi/Liliyana terus unggul dengan skor 18-16 kemudian 19-18. Tidak sabar untuk menutup kemenangan di game kedua, Tontowi menghujam smes keras berkali-kali namun masih mampu dibalas dengan begitu baik oleh Zhao. Liliyana lalu mengambil alih dengan menusuk pertahanan lawan lewat smes tajam yang mematikan. Tontowi/Liliyana akhirnya mengambil kemenangan di game kedua 21-18.

Game ketiga sebagai penentuan semakin berlangsung sengit. Sempat tertinggal 3-6, Tontowi/Liliyana kembali bangkit dan memegang kendali permainan menjadi 8-6. Pukulan Tontowi yang terlalu dekat dengan net dan pukulan yang tipis dengan garis lapangan sempat diprotes oleh Zhang/Zhao namun tidak digubris sang wasit.

Zhang "beraksi" lagi meminta izin ganti baju tetapi tidak diizinkan. Ia tetap nekat melepas bajunya. Kartu kuning pun melayang kepada Zhang. Sejak ini, perlawanan mereka mengendur. Zhang/Zhao terus tertinggal, sementara Tontowi/Liliyana terus melaju hingga 18/11 lalu 20-11.

Satu poin lagi untuk Tontowi/Liliyana yang sepertinya tidak dibiarkan begitu saja oleh Zhang/Zhao. Tontowi/Liliyana harus meladeni perlawanan pasangan tersebut meskipun akhirnya berhasil mengamankan tiket ke babak final dengan skor 21-13.

Dengan demikian, Indonesia berhasil meloloskan dua wakil ke babak final yakni pada nomor ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan di ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Kedua nomor tersebut merupakan sektor yang sejak awal diharapkan dapat memboyong gelar juara pada Kejuaraan Dunia kali ini.

Jadi kita tunggu saja apakah Tontowi/Lilyana dan Hendra/Ahsan mampu menjadi nomor satu dalam Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 alias Indonesia berpuasa tanpa gelar juara sejak 1997. (Antara)

Editor: Eries Adlin

KOMENTAR