facebook twitter rss

KEJUARAAN DUNIA BULUTANGKIS 2013

2 Gelar Juara Dunia Untuk Indonesia

Administrator Minggu, 11/08/2013 19:42 WIB
Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir menyumbang satu dari dua gelar juara dunia bagi Indonesia di Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2013/badmintonindonesia.org
badmintonindonesia.org
Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir menyumbang satu dari dua gelar juara dunia bagi Indonesia di Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2013

Kabar24.com, JAKARTA - Indonesia meraih dua gelar pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 di Guangzhou, China, yang dipersembahkan ganda campuran Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir dan Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan.


Pasangan peringkat dua dunia Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir meraih juara setelah pada final di Guangzhou, China, Minggu, mengalahkan pasangan China Xu Chen-Ma Jin 21-13, 16-21, 22-20.

Sedangkan ganda putra peringkat lima dunia, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan menang setelah pada partai puncak mengalahkan unggulan ketiga asal Denmark Mathias Boe-Carsten Mogensen 21-13, 23-21.

"Faktor menang menjadi faktor penting pada kemenangan kami hari ini, ada pengaruh faktor `lucky` juga, terutama game ketiga. Sebenarnya tadi kami hanya menahan dan mengimbangi permainan. Pokoknya kami tahan terus," kata Tontowi mengenai kemenangannya bersama Liliyana.

Pada game penentuan, ganda campuran Indonesia itu sempat tertinggal 18-20 namun berhasil mengejar dan membalik kedudukan menjadi kemenangan 22-20.

Sementara Liliyana menilai pasangan China Xu Chen-Ma Jin berada dalam tekanan karena mereka mewakili tuan rumah. 

"Apalagi mereka memimpin 20-18 dan kami bsia menyamakan kedudukan 20-20 pasti tekanan makin berat, dan momen itu adalah kesempatan untuk kami, kami menang dari segi mental," katanya.

Sementara itu Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan yang menyaksikan langsung pertandigan di Guangzhou, menurut siaran pers yang diterima dari Humas PBSI mengaku terharu dan bangga.

"Tears in my eyes. Ini berkat perjuangan seluruh atlet, pelatih dan pengurus. Dan juga dukungan dari seluruh fans di Indonesia dan dunia." 

Sementara itu, mantan pebulutangkis nasional Ivana Lie mengaku bangga dengan prestasi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Owi/ Butet) yang mampu merebut predikat juara dunia pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 di Guangzhou, China, Minggu.

"Owi/Butet luar biasa. Permainan mereka luar biasa. Hanya kata luar biasa yang pantas untuk diucapkan," kata Ivana Lie di sela nonton bareng bersama Menpora Roy Suryo di Komplek Widya Candra Jakarta.

Pasangan peringkat dua dunia yang juga unggulan tiga pada kejuaraan ini mampu mengandaskan andalan tuan rumah yang juga peringkat satu dunia Xu Chen/Ma Jin dengan rubber game 21-13, 16-21, 22-20.

Menurut dia, kemenangan yang diraih oleh pasangan ganda campuran Owi/Butet adalah buah usaha keras meski lawan yang dihadapi terus memberikan perlawanan. Apalagi Xu Chen/Ma Jin mendapatkan dukungan penuh dari publik tuan rumah.

Selain itu, kata atlet yang pernah berpasangan dengan Chritian Hadinata, kunci kemenangan juara All England 2013 adalah mental bertanding yang kuat.

"Mental mereka juga cukup bagus. Mereka mampu mengendalikan emosi meski lawan terus memberikan tekanan," kata staf ahli Menpora tersebut.

Bermain tenang 

Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia ini bermain cukup tenang sejak awal set pertama meski lawan yang merupakan peringkat satu dunia terus memberikan tekanan. Namun, pasangan Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir mampu menahan serangan itu.

Juara All England 2013 bahkan terus mendapatkan poin dan meninggalkan pasangan China itu. Meski terus unggul dalam perolehan poin bukan berarti perjuangan andalan Indonesia itu mudah. Namun demikian, Owi dan Butet mampu mengakhiri set pertama dengan 21-13 dalam waktu 17 menit.

Memasuki set kedua giliran pasangan China, Xu Chen/Ma Jin yang panas terlebih dahulu. Smes-smes keras pemain peringkat satu dunia itu terus menghujam di lapangan pemain Indonesia. Namun, Owi/Butet tetap berusaha mengimbangi bahkan mampu unggul 11-9.

Meski mampu unggul, pasangan Owi/Butet sering melakukan kesalahan sendiri dan menguntungkan pasangan China. Bahkan pasangan Indonesia ini sempat tertinggal enam angka yaitu 12-18. Meski berusaha menekan pasangan unggulan ketiga ini tetap menyerah 16-21.

Diset penentuan persaingan terjadi sejak awal. Kejar-mengejar perolehan angka terus terjadi sehingga membuat kedudukan sama kuat 8-8. Setelah itu pasangan peringkat dua dunia itu permainannya mulai terbaca oleh lawan sehingga pasangan China itu unggul 11-9.

Meski sempat tertinggal Owi/Butet akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Untuk meraih poin butuh perjuangan yang keras meski akhirnya kembali tertinggal 17-19. Meski teringgal semangat Owi/Butet tidak kendur dam mampu menyamakan kedudukan 20-20.

Disinilah mental kedua pasangan diuji. Meski dukungan tuan rumah lebih besar akhirnya pasangan terbaik Indonesia mampu memperdayai pasangan tuan rumah dengan skor set ketiga 22-20. Dengan demikian Owi/Butet unggul 2-1 atas Xu Chen / Ma Jin. (Antara)

Editor: Eries Adlin

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR