facebook twitter rss

SURAT DAHLAN: Perjalanan Hidup Dahlan Iskan

Eries Adlin Senin, 11/02/2013 04:25 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama penulis novel Surat Dahlan, Khrisna Pabichara/Jibiphoto/Istanto Aldy Nugroho
Istanto Aldy Nugroho
Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama penulis novel Surat Dahlan, Khrisna Pabichara/Jibiphoto

Istanto Aldy Nugroho

JAKARTA—Dahlan Iskan, Menteri BUMN Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, memang memiliki karisma tersendiri. Selain memiliki sosok yang ramah dan sederhana, Abah Dahlan, begitu  panggilan akrabnya, memiliki masa kecil dan muda yang penuh dengan perjuangan.

Kisah perjuangan masa muda Dahlan yang penuh lika-liku dapat dinikmati dalam novel trilogi yang berjudul Surat Dahlan yang resmi dirilis pada Minggu (10/1) di Lapangan Ikada, Monas, Jakarta.

Selain novel Surat Dahlan, juga diluncurkan buku Dahlan Is Dahlan Can yang diangkat dari kumpulan cerita akun twitter Dahlan Iskan, @iskan_dahlan karya Suran Eries Adlin, wartawan Kabar24.com.

Surat Dahlan karya penulis Khrisna Pabichara ini berisikan fakta dan fiksi perjalanan hidup Dahlan Iskan sejak masih tingal di Tanjung Isui, Kalimantan Timur. Kemudian di dalam novel tersebut juga diceritakan awal mula kisah cinta Dahlan dengan Nafsiah, sang istri.

“Saya dulu mesti naik perahu 1 hari 1 malam menyusuri sungai Mahakam cuma buat ketemu ibu, waduh perjuangan masa muda saya benar-benar terasa sekali,” terang Dahlan Iskan ketika memberikan sambutan di acara launching novel Surat Dahlan.

Novel Surat Dahlan merupakan lanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul Sepatu Dahlan yang terbit pada tahun lalu dan berhasil terjual hingga 100.000 buku, dan sampai saat ini sudah mencapai 8 kali cetakan.

Novel pertama yang hanya berisikan kehidupan Dahlan semasa kecil tanpa adanya semangat dan hanya menjalani hidup apa adanya saja akan terasa berbeda di dalam novel kedua ini. Novel kedua ini lebih berisikan mengenai semangat hidupDahlan yang bukan berasal dari kalangan terpandang namun bisa mencapai dan menduduki posisi menteri pada saat ini.

“Dulu Abah Dahlan cuma bermodalkan pakaian safari andalannya kalo pengen ketemu ibu Nafsiah. Sudah gitu yang dibawa cuma pulpen, kertas, kamera, dan makanan soalnya beliau memang seorang jurnalis pada waktu itu,” terang Khrisna saat memberikan sambutan di acara launching novel Surat Dahlan. Dalam acara launching tersebut juga dihadiri oleh Kak Seto dan penyanyi Oppie Andaresta.

Buku ini diharapkan dapat memacu semangat masyarakat anak muda untuk dapat lebih giat dan bersemangat meraih mimpi, karena dengan adanya mimpi dan semangat maka ladang keberuntungan pun akan hadir. (Kabar24/ea).

Kisah perjuangan masa muda Dahlan yang penuh lika-liku dapat dinikmati dalam novel trilogi yang berjudul Surat Dahlan yang resmi dirilis pada Minggu (10/1).

Editor: Eries Adlin

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR

comments powered by Disqus