facebook twitter rss

UJE MENINGGAL DUNIA: Cerita Uje Tentang Narkotika

Eries Adlin Jum'at, 26/04/2013 04:52 WIB
Ustad Jefry Al Buchory alias Uje/Antara
Antara
Ustad Jefry Al Buchory alias Uje

Sutan Eries Adlin

KABAR24.COM, JAKARTA—Ustad Jefri Al Buchory yang biasa dipanggil Uje (Ustad Jefri) dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah setelah mengalami kecelakaan motor tunggal pada pukul 02.00. Uje dikenal sebagai ustad gaul yang mengerti dunia anak muda termasuk narkotika.

Akun @TMCPoldaMetro menuliskan, “03:47 Kecelakaan Kawasaki B 3590 SGQ di Jl. Gedong Hijau 7 Pdk Indah, korban meninggal dunia a/n Bpk Jefri Al Buchori."

Akun milik Ipang Wahid, @ipangwahid, menulis, “Telah berpulang Ustadz Jeffry Al Buchori (Uje) di RSPI pk 02.30 WIB. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu...”

Uje terkenal sebagai dai yang gaul dan mengerti benar kehidupan anak muda karena seperti pengakuannya, Uje sempat bergelimang dosa dan akrab dengan narkotika.

Pada acara serangkaian Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI) 2012, Juni tahun lalu, Uje menekankan betapa narkoba membayangi generasi muda di Tanah Air. 

"Film adalah salah satu yang berperan sebagai pencuci otak," tegas dia di hadapan peserta yang berasal dari banyak kalangan terutama pelajar dan mahasiswa itu. 

Uje pun tidak segan-segan menyebutkan jenis obat-obatan terlarang yang pernah ia kenal di masa mudanya dulu. "Ada putaw, inex, cimeng, sabu-sabu," katanya merinci sembari mengumbar tawa di hadapan peserta. 

Berdasarkan pengalamannya, ia menyatakan, narkoba bisa menghantui siapa pun karena beberapa faktor, antara lain adalah hubungan keluarga yang kurang harmonis sehingga generasi muda banyak mencari pelarian di luar rumah, dan seringkali menemui tempat yang salah. 

Faktor kedua yang cukup mengundang senyum peserta hadir adalah ketertarikan pada lawan jenis dalam proses pencarian jati diri remaja, pada beberapa kasus mendatangkan masalah dan membuat si remaja tadi lari pada obat-obatan terlarang, katanya. 

Faktor ketiga masih dalam kaitan pencarian jati diri yaitu keinginan untuk mendapatkan pengakuan dan dipandang oleh lingkungannya. "Padahal manusia itu pemimpin dan diciptakan setidaknya untuk memimpin dirinya sendiri," tegasnya. 

Menurut Uje, tempat hiburan pun turut menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi terjebaknya seseorang pada narkoba. 

Sehubungan dengan itu, ia mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat dan jelas, mengingat tempat-tempat hiburan merupakan lokasi empuk untuk peredaran benda haram tersebut.

Selanjutnya, kata dia, faktor yang tak kalah penting juga adalah kurangnya pengetahuan agama sehingga rendahnya mental generasi muda dalam menghadapi godaan di dunia luar. 

"Mereka yang 'nakal dan badung' lalu terjebak pada narkoba adalah cerminan dari kurangnya pengetahuan tentang agama," ungkap Uje. (Antara/ea)

 

Editor: Eries Adlin

KOMENTAR

comments powered by Disqus